Kisah Nyata : “Usaha Tidak Menghianati Hasil” Modal Tekun & Sabar

Ini adalah sharing pribadi saya, yang merupakan 100% kisah nyata, tidak saya buat-buat sama sekali. Menceritakan tentang perjalanan salah satu bisnis online saya, yang baru menghasilkan uang, setelah 2 Tahun berjalan. Padahal saya sudah hampir menyerah berkali-kali, mulai dari masalah teknis yang sangat sulit di pecahkan, masalah kehabisan modal, website kena takedown, sampai di momen mendapatkan hinaan dan sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekat. Tapi berkat keyakinan, ketekunan dan kesabaran, akhirnya setelah 2 Tahun, bisnis ini sukses mencetak omset yang cukup membahagiakan, dan makin hari makin bertambah, dan sampai sekarang masih sedang berlangsung. Hari ini, bisnis ini tuh rasanya seperti, pesawat yang sedang dalam proses “take off”. Terbang naik terus semakin tinggi, dan sesekali ada kejutannya. Dan disinilah saya mendapatkan makna sesungguhnya, tentang “Usaha tidak pernah menghianati hasil”. Dari yang tanpa omset selama 2 Tahun, berkat keyakinan, tekun dan sabar, per hari ini, bisnis ini bisa mendapatkan penghasilan bersih, setara UMR, hanya dalam 1 hari.

Hari ini, tanggal 21 Februari 2024, sekitar beberapa menit yang lalu (sekitar pukul 22 lewat 15 menitan lah). Saya duduk di depan laptop, baru saja selesai membalas chat terakhir dari salah satu customer, yang happy banget dengan hasil yang ia terima, dari layanan yang ia beli lewat salah satu website saya ini.

Sambil bengong, saya ngeliatin aplikasi whatsapp desktop yang lagi kebuka di layar laptop saya. Walaupun badan rasanya udah rada berat, performa otak udah mulai melambat, tanda udah mulai ngantuk.

Cuman saya lagi nyaman banget duduk di kursi kerja saya, sambil mandangin laptop. Ngantuk sih, tapi belum bener-bener pengen tidur.

Tiba-tiba saya kepikiran aja sama kata-kata customer tadi. “Makasih banyak ya kak, seneng banget!, nanti saya pasti order lagi…”, gitu katanya.

Dan customer yang puas seperti ini, udah nggak kehitung lagi sih jumlahnya. Banyak banget. Hampir semua customer kami selalu menyampaikan kepuasannya.

Cuman tadi pas sambil bengong, saya sambil mikir, Oh ternyata ini yang disebut “Usaha tak menghianati hasil”.

Kalimat bijak tersebut, sering banget saya denger dari dulu, tapi tidak benar-benar paham maknanya. Nah tadi, tiba-tiba saya seperti mendapatkan pencerahan. Benar-benar memahami kalimat bijak : “Usaha tak akan pernah menghianati hasil”.

Padahal, kalau dipikir-pikir, dari awal bisnis ini saya bangun, saya sudah hampir menyerah berkali-kali. Kendala-kendala yang saya hadapi dari awal, benar-benar kendala yang sulit banget di pecahkan. Itu juga kenapa, bisnis sejenis ini, sangat jarang yang bisa survive atau berkelanjutan. Karena memang benar-benar sulit.

Tapi kalau berhasil menembus berbagai halangannya, saya akan berpeluang menjadi pemain utama. Karena sampai sekarang, sudah banyak pemain lama yang menyerah.

Disclaimer

Walaupun ini merupakan blog, tapi sejujurnya, sebagian besar artikel yang saya tulis di www.putuadi.id, bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri saya sendiri. Terutama di artikel ini, banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan dengan rinci. Karena memang tidak ingin saya buka ke semua orang. Jadi kalau nanti ada hal yang membingungkan saat kamu baca. Ya maklumi aja ya. 😁 Karena menulis, bagi saya, salah satu cara untuk merayakan sesuatu, kadang untuk healing, atau kadang hanya sekedar untuk membuat catatan aja.

Ini Bisnis Apa Sih?

Saya tidak akan jelaskan, ini bisnis apa. Karena bukan itu pointnya. Disamping itu, saya juga tidak ingin kata kunci ataupun nama website nya ter-Index disini. Tapi intinya, secara garis besar, ini adalah bisnis digital, yang bentuknya sebuah web aplikasi, yang produk utamanya adalah, layanan yang bisa menaikan kredibilitas seseorang, ataupun brand, di dunia digital marketing.

Kapan Bisnis Ini Dimulai?

Saya seorang web developer, awal mula ide bisnis ini adalah, karena terinspirasi dari seorang client, yang baru saja membeli website kepada saya. Waktu itu kejadiannya di Bulan Januari 2022. Beliau membicarakan tentang kebutuhannya akan sebuah layanan, yang bisa menaikan kredibilitas usahanya.

Dari obrolan itu, saya sangat excited dan passioned banget bikin oret oretan konsepnya. Karena saya ngeliat ini punya peluang yang sangat besar. Kemudian beberapa hari setelahnya, saya coba buat rancangan konsep yang lebih matang, dan mulai membangun sistemnya sedikit demi sedikit.

Di tahap ini, yang saya bangun adalah sistemnya dulu (mesinnya), bukan websitenya. Jadi tiap hari, saya ngoding start dari jam 7 malam, sampai larut malam, intinya sampai nggak bisa nahan ngantuk lah. Dan begitu terus setiap malam. Kenapa malam? karena siang sampai sore saya ngurusin bisnis saya yang lain yang udah jalan. Dan saya nggak mau terganggu dengan itu.

Setelah 2 Bulan ngoding tiap malam, akhirnya saya menemukan ide nama, yang menurut saya sangat cocok untuk bisnis ini. Selain namanya bagus, ini juga sekaligus menjadi kata kunci utama, saat orang mencari layanan jenis ini di internet. dan kebetulan domainnya tersedia, akhirnya saya register dulu, biar engga keduluan orang lain.

Dan akhirnya pada tanggal 16 Maret 2022, jam 20:58:12 PM (data saya ambil dari server) saya berhasil membeli/register nama domain tersebut.

Waktu itu websitenya belum langsung online, masih dalam tahap pengujian di localhost (laptop). Setelah berhari-hari memastikan semuanya berjalan dengan sempurna, akhirnya aplikasi saya pindahkan dari local host (laptop), ke web hosting (internet). Artinya sekarang web aplikasinya sudah online.

Tanpa perayaan apapun, tanpa satu orangpun yang tau. 😁

Apa Kendalanya?

1. Kemampuan Skill

Dari awal saya bikin oret-oretan konsepnya dikertas, sebenarnya di momen itu pun, kendala sudah mulai bermunculan di kepala saya. Mulai dari gimana teknis eksekusinya nanti dari sisi coding, database, API (Application Programming Interface), dll. Karena project ini tuh, ada di level kerumitan dua tingkat diatas, dari seluruh project yang pernah saya kerjakan sebelumnya. Saya belum pernah mengerjakan project sekompleks ini. Sehingga kadang ngerasa mungkin (optimis), kadang ngerasa nggak mungkin (pesimis). Tapi kalau nggak di coba, nanti takut nyesel.

Saya nggak mau nyerah disini, jadi saya paksakan diri untuk ngembangin skill pemrogramman saya. Saya palajari semua hal-hal yang saya butuhkan untuk ngebangun aplikasi ini. Dan ternyata makin dipelajari, saya merasa makin optimis, bahwa hal ini mungkin untuk dilakukan.

2. Integrasi antar aplikasi yang tidak stabil

Aplikasi yang saya bangun ini, nantinya akan di integrasikan dengan aplikasi lainnya. Nah sistem integrasi ini tidak di desain untuk melakukan hal yang akan kami lakukan. 😁 Sehingga sering kali proses berhenti di tengah jalan. Tentu ini masalah besar. Walaupun sistem sudah dibuat sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya macet di tengah-tengah proses, tapi tetap saja sampai sekarang masih sering terjadi. Walaupun tidak sesering dulu. Intinya, saat kendala ini terjadi, client sudah pasti komplain.

Dan waktu itu benar-benar hampir tidak ada solusi untuk mengatasi kemacetan proses ditengah jalan seperti ini. Karena di internet tidak ada tutorialnya sama sekali, atau setidaknya waktu itu saya belum nemu. Macet disini tuh bukan setelah di proses ulang, maka prosesnya kembali jalan, tidak!. Kalau udah macet, maka sering kali macetnya permanen.

Itu yang bikin saya sering galau, dan pengen nyerah aja rasanya. Temen ngobrol juga nggak ada (orang yang ngerti ranah ini). Cari di internet juga nggak ada jawabannya. Pusiiiiiing!

3. Banyak komplain

Customer kami tentu tidak paham apa yang terjadi di belakang layar. Namanya juga customer, yang dia tau hanyalah, apa yang ia beli, harus sesuai dengan yang kami janjikan. Ia nggak? Jika sesuai, dia akan happy, jika tidak sesuai dia akan komplain. Padahal, saat pesananannya tidak sesuai, bukan berarti kami sengaja melakukannya. Padahal itu terjadi karena sebuah kesalahan yang tidak sengaja terjadi pada sistem kami. Tapi makin banyak komplain yang masuk, makin banyak perbaikan dilakukan, sehingga akhirnya sistem kami semakin hari semakin baik. Tapi bukan berarti sempurna, karena sesekali ada aja masalah baru yang muncul.

Sebagai orang yang berzodiak libra (ciee percaya zodiak). Salah satu sifat saya adalah “enggak enakan”. Sehingga tiap ada customer komplain, salah satu hal utama yang selalu saya tawarkan adalah Refund atau pengembalian dana. Karena tiap saya bisnis, salah satu hal yang paling saya jaga adalah integritas. Saya nggak mau mengecewakan atau merugikan orang lain. Disamping itu, sebagai umat Hindu, saya sangat percaya akan karma pala. Jadi kalau hal yang berkaitan dengan “Amanah dan Kejujuran dalam bisnis”, skrup saya cukup kenceng.

Tapi dari sifat ini pula, yang akhirnya bikin saya sering kepikiran, sering ngerasa bersalah banget saat customer komplain. Sehingga sering kali saya kepikiran untuk berhenti dan meninggalkan bisnis ini. Karena sulit banget melihat dan merasakan begitu banyak customer yang kecewa. Terutama di awal-awal.

Bisnis ini pernah saya tidak urus sama sekali selama berminggu-minggu. Memilih fokus ke bisnis utama yang udah jelas hasilnya. Tapi karena ngelihat banyak juga customer yang repeat order, akhirnya saya ketarik-tarik lagi ke sini.

4. Lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan

Sejak website ini online, 1 tahun setelah itu, yang menggunakan layanan kami kebanyakan datangnya dari orang-orang yang saya kenal. Itupun karena di tawarin. Karena waktu itu pengunjung web harian, angkanya masih sangat kecil. Rata-rata cuman 5 – 10, sesekali nyentuh 20 orang per hari. Omset per bulan kadang adaaaaaa, kadang nggak ada! 😂. Ibarat kata nih, omset cuman cukup untuk bayar domain dan hosting doang. Biaya saya begadang, dan lain-lain itu, belum balik modal tuh di tahun pertama.

Namanya juga bisnis, pasti tujuan utamanya adalah untuk mencari keuntungan. Lah ini 1 tahun berjalan tapi nggak untung-untung. Malah sering kali pakai uang pribadi untuk nalangin bayar server.

Kalau sebulan dua bulan nggak untung sih nggak masalah, masih wajar. Lahhhh ini udah 2 Tahunan masih belum untung juga. Sehingga makin kesini saya makin pesimis, sering kepikiran untuk iklas aja untuk ninggalin bisnis ini.

Tapi lagi-lagi ketarik-tarik sama pelanggan setia saya. Orderan masuk walaupun uang receh, saya tetap layani. Walaupun pikiran saya sudah bukan di bisnis ini lagi.

5. Terbentur Regulasi

Belum sampai disitu, waktu itu saya tidak sengaja ketemu situs hukumonline.com dan saya iseng cari aturan yang berkaitan dengan aktifitas bisnis yang saya lakukan di aplikasi saya ini. Dan saya tiba-tiba tertampar! gemeteran dan keringat dingin ngebaca bahwa ternyata di hukum UU ITE sudah ada regulasinya. Padahal saat awal saya ngebangun aplikasi ini, saya googling sana sini, belum ada hukum yang mengatur hal seperti ini.

Karena saya cek tanggal postingannya, memang disana baru beberapa hari yang lalu artikel tersebut di posting. Nah intinya, disana ada 2 pasal yang relevan atau terkait.

Duhhh! mana aplikasinya udah jadi, udah ada customer (walaupun masih uang recehan). Apakah ini waktunya berhenti?

Waktu itu saya galau banget, stress banget. Dalam hati saya, “Wah fix, bisnis ini harus benar-benar saya tinggalin aja”.

Beberapa hari setelah itu, saya lagi nyuci mobil di carwash deket rumah. Nah kebetulan ketemu sama pensiunan salah satu instansi BUMN. Yang berkaitan banget sama Hukum UU ITE. Ini bener-bener saya ngerasa sebuah kebetulan yang sangat kebetulan. Mungkin Tuhan ngirim saya kesana untuk dengerin pandangan beliau.

Beliau ngakunya sih salah satu pejabat tinggi di instansi BUMN gitu, dan baru aja bulan ini beliau pensiun. Singkat cerita, saya konsultasi ke beliau, saya ceritakan tentang aplikasi saya ini, lalu ceritakan juga bahwa ada 2 pasal UU ITE yang relevan dengan itu. Dan penjelasan dari beliau ini cukup menenangkan hati saya.

Beliau bilang, “Dik Putu, Negara ini masih banyak dibebani sama persoalan-persoalan yang jauh lebih besar dan jauh lebih penting dari ini…. Lagipula, hukum akan bertindak jika ada yang melaporkan, karena ada pihak yang dirugikan. Selama tidak ada pihak yang dirugikan dan melapor ke pihak berwajib, maka jangan kuatir”. Begitu kurang lebih pesan beliau kepada saya.

Karena memang, walaupun bisnis saya ini di “gray area”, tapi tidak ada satu orang pun yang saya rugikan. Justru kehadiran aplikasi ini untuk membantu. Semua customer kami happy kok! (kecuali klo ada error aplikasi, ya itupun kan udah di refund 😁 jadi hitungannya tidak merugikan).

Dari yang awalnya down banget, karena baca 2 pasal UU ITE itu, berkat pandangan dari beliau, akhirnya saya semangat lagi.

6. Website di blacklist whatsapp

Badai pasti berlalu? berlalu gigi lu gondrong! badai belum berlalu brooooo! 🤣 badai berikutnya adalah waktu saya mulai bikin rancangan kegiatan marketing. Karena dari awal jalan sampai titik ini, saya belum pernah melakukan kegiatan marketing yang proper. Selama ini hanya mengandalkan trafik dari website, sosmed standar, dan belum pernah menggunakan iklan berbayar atau sejenisnya. jadi selama ini 100% penjualan yang terjadi lewat cara-cara organik.

Waktu itu rencana saya, adalah kirim whatsapp blast ke nomor-nomor para pemilik bisnis, karena target utama kami adalah para pemilik pebisnis yang aktif menggunakan sosial media. Kebetulan saya tergabung di banyak banget group whatsapp entrepreneurship gitu lah, yang isinya para pemilik usaha, kebanyakan sih levelnya masih UMKM.

Tapi saya nggak mau spamming juga, ke group-group ini, apalagi nomor yang terdaftar di group-group tersebut kan nomor pribadi saya, jadi saya ngerasa nggak etis aja sih rasanya, kalau langsung posting penawaran di group.

Jadi idenya gini, saya export semua nomor anggota, yang ada di tiap group. Setelah itu, saya kirim chat mereka satu persatu, yang isiinya chat penawaran.

Beberapa hari sebelumnya, saya beli HP baru, memang sengaja saya siapkan khusus 1 HP dan 1 Nomor baru untuk semua kebutuhan bisnis ini nantinya.

Singkat cerita, saya mulai kirim chat penawaran, ke satu persatu nomor tadi. Dari 10 nomor pertama, lanjut ke 15 noomr, 20 nomor dan kebablasan sampai 100an nomor. Nahhhh! inilah awal mula masalah besar terjadi.

Tiba-tiba aplikasi whatsapp saya logout dan ternyata nggak bisa login lagi, setelah beberapa menit, saya baru nyadar, kalau nomor saya ini terblokir. Dugaan saya sih, mungkin karena terlalu banyak kirim chat ke banyak nomor baru (saya tidak save nomor mereka, mereka juga tidak save nomor saya) apalagi isi chatnya template gitu, isinya sama semua, dan di dalamnya juga ada link/url website gitu. Ya saya yakin pasti kamu tau chat-chat template penawaran / chat jualan yang saya maksud.

Semua ceritanya ada disini :

Ahhhh nomor di blokir kan tinggal beli nomor baru brooo!. Nahhhhhh! ini dia yang juga saya pikirin waktu itu, jadi setelah kejadian itu, yaaa saya tenang-tenang aja 😂, sampai akhirnya saya beli nomor baru, lalu lakuin hal yang sama, tapi begitu sekali kirim chat penawaran, Whatsapp saya langsung terblokir lagi. Padahal itu nomor baru loh! Wah di tahap ini, saya mulai rada-rada kuatir.

Saya beli nomor lagi… tapi tetap aja langsung terblokir. Makin panik kan? Udah coba tukar pakai HP lain juga, tapi hasilnya sama aja, terblokir2 juga.

Sampai akhirnya saya menyadari bahwa yang di blokir ini, bukan karena nomornya atau bukan karena HPnya. Tapi karena link URL website saya. Jadi yang bikin terblokir itu sebenarnya adalah link URL website aplikasi saya 🤣😂🤣😂

Sepertinya algoritma whatsapp, pertama-tama medeteksi adanya chat spamming ke ratusan nomor. Jadi di tahap itu, yang di blokir cuman nomor doang.

Begitu ganti nomor baru, template chat yang sama, saya copy paste dan kirim chat blast lagi ke banyak nomor. Dugaan saya di tahap ini, algoritmanya whatsapp menandai URL website saya sebagai URL redflag. Sehingga jika ada nomor baru, yang mengirim chat yang mengandung link URL tersebut, maka diasumsikan itu spamming dari pelaku yang sama.

Untuk kesekian kalinya beli nomor baru, sampai-sampai saya udah tidak peduli lagi apakah itu nomor cantik atau bukan, saya beli acak aja, ngambilnya random gitu.

Setelah beli nomor baru untuk yang kesekian kalinya, saya lakukan uji coba pelan-pelan. Jadi begitu nomor baru terpasang, saya coba kirim chat yang isinya cuman teks biasa. Dan ternyata itu normal-normal aja, tapi begitu saya coba kirim chat yang mengandung alamat website saya, whatsapp langsung terblokir. 🤣

Jadi fix, yang bikin terblokir itu adalah link atau alamat website aplikasi saya.

Artinya apa? artinya, saya tidak bisa pakai whatsapp untuk alat komunikasi dengan customer saya.

Apa jadinya, sebuah bisnis tanpa punya nomor whatsapp? Pasti dicurigai macem-macem kan?. Ada fasenya, di website saya pasangin tools untuk livechat gitu. Jadi tiap ada chat masuk, kelamaan nggak di bales, calon pelanggan kabur, dan tidak bisa di followup lagi. Saya pernah juga coba pakai telegram, dan beragam aplikasi chat opsional. Tapi tetap saja orang Indonesia, alat komunikasi utamanya itu tetap pakai Whatsapp. jadi kalau kita berbisnis, tidak punya nomor whatsapp, itu sangat-sangat aneh sih.

Semua ceritanya ada disini :

Segala upaya solusi dan dinamikanya, saya ceritain lengkap di artikel diatas. Tapi intinya, waktu itu saya benar-benar patah arang. Rasanya sudah tidak ada harapan lagi untuk bisnis ini 😂

Mood saya berantakan banget, pokoknya senggol bacok, banyak orang sekitar saya kena pelampiasan saya lah intinya. Orang ga salah jadi salah.

Waktu itu saya sudah di fase untuk belajar merelakan dan menyudahi bisnis ini.

Tapi saya memang pada dasarnya, si kepala batu banget. Jadi kalau ada orang, yang ngata-ngatain apalagi menghina karya saya. Waduhhhh…. hati-hati banget! Maka itu akan memberikan saya energi yang maha dasyat! hanya untuk nunjukin bahwa anggapan mereka itu salah! Itu mirip kayak reaksi fusi nuklir yang terjadi pada bom atom, yang menghasilkan ledakan super dasyat!.

Waktu itu saya di bully sama pacar saya sendiri. Niatnya mau curhat, mau meringankan beban pikiran, ehhh malah kena bully. 😂

Ya namanya juga mood lagi berantakan, settingannya udah senggol bacok aja. lagi super sensitif nih boss! senggoh dong!

Dan dari bullyan inilah justru, saya bangkit berkali-kali lipat. Nunjukin bahwa apa yang ia katakan itu salah besar!. Saya berantem besar dan hampir putus karena cuman persoalan itu 😁😂🤣

7. Diragukan dan dihina pacar sendiri

Waktu itu, saya coba sharing masalah saya ke pacar tercinta. Harapannya dia cukup bisa ngasih semangat atau ngasih support sistem. Nggak ada harapan untuk minta bantuan apa-apa sih sebenernya, cuman sekedar ingin di dengerin aja.

Baru aja ngobrol beberapa kalimat, ehhh doi langsung nyerocos ngomong kalimat-kalimat yang menyakitkan hati saya. Yang awalnya saya cuman patah arang, sekarang arangnya jadi hancur berkeping-keping 🤣😂 … (maaf saya nggak bisa tulis kata-katanya doi disini, tapi sangat-sangat menyakitkan hati saya).

Intinya, responnya bisa salah seperti itu, karena “ketidak tahuan”. Doi nggak ngerti apa-apa tentang aplikasi yang saya bangun ini. Sehingga pandangannya keliru aja sih. Soalnya dari dulu, tiap kali saya coba sharing, dia nggak pernah ngerti.

Waktu itu saya hancur, marah, dan benci banget sama dia. Di benak saya udah pengen putus aja. Karena menurut saya harusnya disaat kondisi pasangan terpuruk seperti ini, peran pasangan adalah sebagai support sistem. Seperti hal yang selama ini saya lakukan untuk dia.

Tapi tidak lama setelah kejadian itu, dia minta maaf dan membujuk saya, ngejelasin kalau dia tidak bermaksud seperti itu. Ya intinya saya terima permintaan maafnya, dan hubungan kami jalan lagi, walaupun sampai sekarang saya tidak pernah mau sharing apa-apa lagi tentang bisnis ini ke dia.

Di tengah keterpurukan saya, dimana aplikasi prosesnya yang sering macet, komplain dari customer, penjualan tidak pernah mencapai target, modal sering ditalangin dari duit pribadi, website terblokir di whatsapp (nggak bisa pakai whatsapp lagi). Besar banget alasan untuk berhenti sebenarnya.

Tapi justru karena karya saya dihina, dicampakkan, dan diragukan oleh pacar sendiri. Ini yang membuat saya akhirnya berubah jadi Hulk 😎. Dikepala saya cuman ada kejengahan, rasa ingin membuktikan, bahwa “Kamu salah!, lihat aja nanti, bisnis ini akan berhasil… akan aku buktikan!”.

Dan di hari valentine kemarin (14 Februari 2024). Saya belikan doi kado spesial, yang uangnya dari hasil keuntungan bisnis ini. Doi happy banget nerima kadonya, karena isinya adalah hal yang ia butuhkan selama ini. Tapi satu hal yang dia tidak tau adalah, kado itu dibeli menggunakan uang dari bisnis ini. 😎 Sampai hari inipun doi belum tau itu. Saya memang sengaja mengunggu momennya, kapan-kapan saat doi nanyain kabar bisnis ini, saya akan ceritakan dan sekaligus tunjukin history penjualan dari bisnis ini.

Tapi jangan salah ya, saya sangat-sangat mencintai pacar saya. Ini saya lakukan, bukan lagi karena dorongan rasa marah, tapi lebih kepada upaya untuk mengubah pandangan dia terkait bisnis yang sudah lama saya perjuangkan ini.

Mungkin ini terdengar seperti drama di film-film, tapi ini true story.

Apa Yang Membuat Saya Bertahan?

Selain alasan-alasan diatas, ada satu hal yang paling mendasari, kenapa saya tetap bertahan sampai hari ini, di bisnis ini. Adalah karena satu kata, yaitu “POTENSI”.

POTENSI yang saya maksud begini, kalau di pandang dari rumus ekonomi, yang paling basic sekalipun, itu adalah tentang “supply and demand” (persediaan dan permintaan), Bisnis ini tuh, pasarnya akan selalu ada, permintaannya akan semakin besar, tapi saat ini suplaynya sangat terbatas.

Dikala ada permintaan dalam jumlah besar, tapi persediaannya terbatas. Itu adalah indikasi peluang bisnis yang sangat-sangat gurih. Apalagi jika kita bisa menjadi salah satu pihak yang men-supply demand tersebut, Maka auto cuan.

Jadi bayangan saya terhadap potensi bisnis ini, di kepala saya, itu diibaratkan seperti “setitik cahaya kecil”, yang selalu menyala, segelap apapun masalah yang datang. Walaupun setitik cahaya kecil, dikala gelap, ia akan menjadi sumber penerangan utama.

Jadi, POTENSI, adalah sumber motivasi utama saya, untuk mencoba sekali lagi… sekali lagi… dan lagi.

Coba deh dipikir baik baik, lah kita, segala sumber dayanya sudah punya (aplikasinya sudah jadi, websitenya sudah jadi), sudah siap untuk mensupply nih, nah PR berikutnya adalah tinggal mendekatkan diri ke market. Karena marketnya sudah ada, permintaannya besar, tapi yang bisa mensuplai masih sangat sedikit.

Nah itulah alasan kenapa saya tetap bertahan sampai sekarang. Yaitu karena melihat potensi bisnis ini. Itu adalah mindset yang selalu menyala di dalam hati dan pikiran saya.

Bagaimana Keadaan Bisnis Ini Sekarang?

Seperti yang saya jelasin di awal-awal tadi, sekarang bisnis kami ini sedang dalam kondisi yang sangat membanggakan. Keyakinan yang saya pegang selama 2 Tahun belakangan, tentang potensi bisnis ini, akhirnya mulai terbukti sekarang. Benar saja, sekarang bisnis ini sedang ketemu momentumnya. Kalau di ibaratkan pesawat, Nah si pesawatnya sekarang lagi Take Off. Manuver ini terjadi tepat pada awal Januari 2024. Berikut ini adalah screen capture dari dashboard “Google Search Console” website saya.

Grafik pengunjung bisnis baru saya

Kalau ibaratkan pesawat, sebelum take off, tentu pesawat harus melaju datar dulu kan?, disaat kecepatannya sudah memadai, maka barulah pesawat layak untuk take off. Apa gitu kali ya filosofinya? 😂


Catatan : kenaikan ini bukan karena iklan berbayar, endorsment, ataupun hal semacamnya. Ini benar-benar terjadi secara organik.


Bisa dilihat grafik diatas, dari ujung kiri ke kanan, perhatikan periode tanggalnya. Disana terlihat betapa mirisnya pengunjung website saya dari Tahun 2022 sampai akhir Tahun 2023.

Grafik diatas adalah gambaran “Usaha tidak menghianati hasil”, kuncinya adalah tekun dan sabar.

2 Tahun broooo! 🤣😂

Yang awalnya, tiap minggu kadang ada omset, kadang kagak. Bayar domain dan hosting ditalangin mulu. Tapi sekarang sangat bersyukur, dikit-dikit ada aja notifikasi orderan masuk.

Perasaan tiap hari rasanya happy, penuh rasa syukur aja sih. Ternyata hal yang saya perjuangkan selama 2 Tahun ini, berbuah manis. Nggak sia-sia, dan sudah bisa dikatakan jadi salah satu sumber penghasilan yang oke lah sekarang. Bisa di bangga-banggain lah intinya. 😁

Apa Yang Mau Di Capai Kedepannya?

Sebetulnya kalau di lihat dari grafik pengunjung website diatas, tentu masih sangat-sangat jauh, kalau dibandingkan dengan jumlah pengunjung website, bisnis utama saya, yang 1 harinya bisa nyentuh rata-rata 6.000 – 8.000an pengunjung. Dan itupun kalau dibandingkan dengan bisnis temen-temen yang lain, ini mah nggak ada apa apanya. ehehehe. Tapi untuk kapasitas saya, seorang Putu Adi. Ini cukup oke.

Grafik pengunjung bisnis utama saya

Tapi sekali lagi, ini tentang “potensi”. Cerita baru saja dimulai brooo.

Bisnis utama saya, produknya adalah produk fisik, yang sebelum jualan, kita harus mikirin produksinya dulu, setelah ada orderan masuk, kita harus packing dulu, baru kirim barangnya ke kurir, pengiriman berhari-hari, barulah sampai ke tangan customer. Rata-rata sih pengiriman sekitar 1 – 2 hari, bahkan kalau kota yang jauh seperti aceh (sumatra) dan sorong (papua) itu bisa hitungan mingguan. Belum lagi ada resiko barang rusak saat pengiriman.

Nah sedangkan, bisnis baru saya ini, adalah bisnis digital. Yang dijual adalah layanan. Sehingga saat ada orderan masuk, seketika langsung di proses oleh sistem. Tidak perlu produksi, tidak perlu packing, tidak perlu kirim ke kurir. Jadi dari segi pekerjaan jauh lebih gampang, dan dari segi biaya jauh lebih murah. Sedangkan harga layanan yang saya jual disini (produk digital), harganya jauh lebih mahal dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan bisnis utama saya (yang produknya fisik).

Jadi potensinya sangat-sangat besar.

Kedepannya, saya lagi merencanakan untuk rekrut tim. Utamanya untuk CS (balesin chat customer), operator sistem (yang memproses dan memantau kinerja sistem), dan editor (untuk rutin memproduksi konten).

Ini 3 posisi yang sementara ini paling saya butuhkan, untuk menggantikan posisi saya. Agar saya bisa lebih fokus pada kegiatan atau strategi marketing, sehingga dengan adanya tim, harapannya target-target bisa dengan mudah dicapai.

Penutup

Dari sini saya benar-benar paham makna dari “Usaha tidak pernah menghianati hasil”. Berkat ketekunan dan kesabaran selama 2 Tahun, akhirnya sekarang seluruh kerja keras saya berbuah manis. Saya tidak sedang ingin berupaya memotivasi siapa-siapa, ini murni artikel yang saya tulis untuk merayakan kemenangan saya aja sih. jadi tanpa banyak basa basi lagi. artikel ini saya tutup.

Terima Kasih sudah membaca.

Salam Berkarya!
Putu Adi.


belajar kombucha

Follow saya di sosial media

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments